Danlebih parahnya lagi memandang orang lain tidak atau kurang beriman. Merasa diri paling benar, paling suci, paling aman dari dosa, paling beriman atau bahkan paling berhak masuk surga sejatinya merupakan tipu daya setan yang membuat sesuatu yang sebenarnya salah menjadi tampak benar. Allah SWT berfirman dalam surat An Najm ayat 32 yang artinya,
Sebuahkapal karam ditengah laut karena dihantam badai & ombak hebat. Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri & berenang kesebuah pulau kecil yang gersang. Dua orang uyang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun,mereka berdua yakin bahwa tak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa.
Iniyang dialami oleh kita-kita tatkala sudah lama belajar agama. Merasa diri sudah lebih baik dari orang lain dan lebih paham dari yang lain, padahal kekurangan kita teramat banyak. Ilmu yang telah kita pelajari pun sedikit yang diamalkan. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Janganlah engkau mengatakan dirimu suci, atau dirimu lebih baik.
AllamahSyeikh Muhammad Ramadhan al-Buthi Mufti Mazhab Syafi'i mengingatkan kita semua agar isilah hati dengan kecintaan penuh kepada Allah Swt dan jangan pe
JANGANMERASA DIRI LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN Berkata Al-Imam Ibnu Qudamah rahimahullah; "Janganlah sekali-kali Engkau meremehkan seorang muslim, dan jangan sekali-kali Engkau merasa lebih baik darinya, karena anggapan seperti itu dapat menghancurkan seluruh amalanmu." hal 24) oOo. Diposting oleh i Sutan di 5:04:00 PM. Kirimkan Ini
Akhirnyasi santri menyadari bahwa dirinya belum tentu lebih baik dari anjing tersebut. Hari semakin sore, si Santri masih mencoba kembali mencari orang atau makluk yang lebih jelek darinya. Namun hingga malam tiba, dia tak jua menemukannya. Lama sekali dia berpikir, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke Pesantren dan menemui sang Kyai.
SifatSelalu Merasa "Lebih Baik" Dari Orang Lain Adalah Salah Satu Penyebab Mengapa Seseorang Itu Sombong. 29 September 2017 2 October 2017 Lailiyatus Sa'adah. Lailiyatus Sa'adah. Jangan membenci, jangan mendendam, apalagi sampai bertingkahlaku yang akhirnya hanya akan membuat diri hina. Jangan!
PadaHari I tidak terjadi masalah apapun. Namun di hari II lilin penerangan tertiup angin dan mati. Merasa Lebih Baik Dari Orang Lain Total Views: 666 Share : Facebook Twitter Google+ Page 1 of 3 | 1 2 3 > andyk02 - 18/07/2010 11:56 PM #1 [-jangan masuk-] Merasa Lebih Baik Dari Orang Lain. Suatu ketika 4 orang pertapa sepakat pantang
12K Likes, 17 Comments. TikTok video from 𝗙𝗦𝗟💛_ᴀɪᴅᴀ 🇲🇾 (@aaydaismail): "jangan merasa diri lebih baik dari orang lain #aidaismail #masukberanda #foryou #fyp #fanssenyum #quotes". оригинальный звук.
Denganmenjadi orang biasa pada umumnya manusia di komunitas sosialnya serta merasa menjadi manusia terburuk, seseorang akan terjaga dari kesombongan yang menyebabkan merasa benar sendiri. Hal ini yang sering dilupakan oleh umat Islam dewasa ini. Mereka menganggap seakan-akan diri mereka lebih baik dari yang lain. Sehingga menutup kemungkinan
muMmLkr.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Si A dan si B sedang belajar di rumah masing-masing. Besok ujian Matematika. Kata guru, ada seratus soal pilihan ganda. Semua bahan ajar telah disampaikan, tidak terkecuali contoh-contoh soal. Kedua anak itu belajar ujian tiba. Berlomba dengan waktu, mereka mengerjakannya. Beberapa hari kemudian, hasilnya keluar. Si A beroleh nilai 50, karena berhasil menjawab 50 soal dengan benar. Si B mendapat 80. Dalam hatinya, si B merasa diri lebih baik dari si A. Hidup adalah kompetisi. Sebagian menyadari, karena itu muncul dengan alamiah, sebagai akibat dari interaksi dengan orang lain. Bila hidup sendirian dalam gua, beda cerita. Terjadinya di mana-mana. Bisa dalam sekolah, pekerjaan kantor, mencari pasangan, mengikuti segala lomba, dan lainnya, yang melibatkan banyak orang. Tiap-tiap orang punya strategi. Tiap-tiap orang ingin mencapai hasil kompetisi telah keluar, ada yang puas, ada pula yang kecewa. Ada yang berpendapat bahwa kita tidak perlu membanding-bandingkan diri dengan prestasi orang lain. Ini bisa memicu rasa iri dan mengganggu emosi jiwa. Ada pula yang beranggapan bahwa dengan mengukur pencapaian diri berdasarkan hasil orang lain, bisa menggairahkan motivasi untuk lebih lagi berjuang seperti orang itu. Jika dia bisa, mengapa saya tidak?Keduanya benar dengan argumen masing-masing. Efektif pula manfaatnya ketika diaplikasikan pada saat yang tepat. Tetapi, salah, jika digunakan untuk membenarkan kemalasan, sehingga hasil yang diperoleh seadanya. Saya akan melengkapi pandangan itu. Namun, lebih kepada soal rasa. Bagaimana seandainya pencapaian kita lebih bagus dari orang lain, sehingga kita merasa lebih baik? Bolehkah merasa lebih baik? Bolehkah si B pada ilustrasi di atas merasa lebih baik dari si A? Sangat ukur kemajuanDengan mendapat 80 yang memang lebih bagus dari 50, si B menilai dirinya dapat berpikir lebih pintar daripada temannya. Berarti, kemampuan otaknya bagus, meskipun masih bisa dimaksimalkan sehingga beroleh nilai 100. 1 2 3 Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Merasa diri sendiri sudah lebih baik ketimbang orang lain jelas bukan berarti memang begitulah kebenarannya. Sangat mungkin kita cuma terlalu percaya diri. Atau, menggunakan ukuran-ukuran yang amat subjektif sehingga hanya memenangkan diri pun itu, selalu merasa lebih baik daripada orang lain itu gak bagus, lho. Coba deh, kita introspeksi sejenak. Jangan sampai kita malah menanggung akibat seperti berikut Sering kali saat melihat orang lain, yang tampak hanya kekurangannya coba kita ingat-ingat kembali. Apa saja yang biasa muncul di pikiran kita saat melihat orang lain? Apakah kita lebih cepat mengenali sisi baiknya atau justru hanya menyorot sisi buruknya?Tentu saja semua orang pada dasarnya punya kekurangan dan kelebihan. Hanya saja, semestinya kita bisa lebih seimbang dalam melihat orang lain. Gak perlu melebih-lebihkan kekurangannya sampai seolah-olah dia gak ada baik-baiknya jadi Malah gak sadar kalau diri sendiri juga banyak celanya kita sudah sibuk menyorot kekurangan orang lain, kita akan lupa bahwa diri sendiri pun gak sempurna. Bahkan gak kalah banyak celanya dari orang lain. Lisan kita mungkin masih menyangkal saat dituduh merasa diri sendiri berdalih punya kekurangan, tetapi gak separah orang lain. Namun kenyataannya, perilaku kita gak menunjukkan kalau kita sepenuhnya menyadari kekurangan diri. Sebab jika sepenuhnya menyadari, kita pasti akan lebih toleran pada kekurangan orang Kalau sadar saja gak, bagaimana akan memperbaikinya? orang punya PR masing-masing. Salah satunya adalah terus memperbaiki diri sesuai dengan kekurangan yang disadari. Lalu bagaimana jika kita bahkan gak merasa punya kekurangan seperti dalam poin 2?Ya sudah, selamanya kita akan menjadi pribadi yang begitu-begitu saja. Bukannya menunjukkan kualitas diri yang makin baik dari waktu ke waktu, malah mungkin terus memburuk. Yang paling mengerikan, penurunan kualitas diri ini juga bisa gak kita sadari. Biasanya, orang lain yang lebih peka soal ini. Mereka mungkin akan langsung menegur perubahan perangai kita. Mungkin juga lambat laun menjauhi kita bila sikap kita makin keterlaluan. Baca Juga 5 Hal dalam Hidup yang Gak Harus Kamu Korbankan demi Orang Lain 4. Gak habis pikir jika justru orang lain yang mendapat pujian kita lebih mudah melihat sisi buruk hampir semua orang, kita jadi merasa gak terima bila mereka yang disanjung. Bukan kita, padahal kita yakin jauh lebih baik daripada kita juga menuduh pemberi pujian sudah gak punya akal sehat. Duh, kalau sampai seperti ini, perlahan-lahan kita justru menciptakan lingkaran kebencian pada siapa pun, kan?Kita lupa aturan main yang amat sederhana dalam hidup ini. Bahwa saat kita menilai orang lain, orang lain juga menilai kita. Kita gak bisa merasa unggul hanya berdasarkan penilaian Jadi jago menghakimi orang kita paham kita gak lebih baik daripada siapa pun, kita akan merasa gak sanggup bila harus menghakimi orang lain. Kita sudah merasa malu bahkan sebelum dipermalukan oleh siapa pun. Itu karena kita sadar betul daftar panjang kekurangan ada kalanya kita perlu menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai yang dianut. Namun gak berlebihan, seakan-akan orang yang menganut nilai-nilai yang berbeda pasti manusia, kita memang gak bisa sepenuhnya objektif. Namun kita masih bisa berusaha untuk lebih sadar diri. Ada banyak cara yang bisa satunya, saban kita mulai menyorot kekurangan orang lain, langsung katakan pada diri sendiri, Ah, aku juga gak sempurna kok. Aku ... isi dengan salah satu atau beberapa kekurangan diri.’Simpel banget, kan? Yuk, sering-sering melakukannya ketimbang kualitas diri kita terancam terus merosot cuma gara-gara merasa lebih baik dari semua orang. Baca Juga 10 Dasar Pemikiran Hidup Minimalisme Dari Buku 'Seni Hidup Minimalis' IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.